Jangan Khawatir, Dampak Krisis Perbankan di AS ke RI Tak Besar

 

JAKARTA – Masyarakat diminta tak khawatir dengan krisis perbankan yang terjadi di AS. Pasalnya, dampak krisis perbankan di AS tidak akan signifikan terhadap ekonomi RI.

Pengamat Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono menilai kekhawatiran krisis di AS cenderung di lebih-lebihkan. Sebagaimana diketahui, tiga Bank di AS yakni Sillicon Valley Bank (SVB), Signature Bank dan Silvergate Bank mengalami kebangkrutan yang opininya seakan berakibat krisis di Amerika.

Faktanya, kondisi ekonomi di Amerika saat ini tidak dalam keadaan krisis dan bahkan ekonominya cenderung stabil bahkan meningkat dibanding sebelum pandemi covid.

“Seharusnya pejabat dan tokoh publik memberikan informasi dan pernyataan yang benar dan berdasar yang membangun optimisme pelaku usaha dan seluruh rakyat Indonesia, bukan malah menjerumuskan, sehingga ekonomi di Indonesia dapat kembali menggeliat,” kata dia, Selasa (4/4/2023).

Berdasarkan data, Silicon Valley Bank (SVB) adalah Bank yang mempunyai urutan 16 terbesar di Amerika. Sementara Signature Bank adalah bank yang mempunyai urutan ke-29 dan Silvergate Bank mempunyai urutan ke-113.

Dengan begitu, kebangkrutan ke-3 bank di Amerika tersebut pengaruhnya sangat kecil dan relatif tidak ada bagi perekonomian di Amerika karena dari data tahun 2022 jumlah keseluruhan bank di Amerika ada sebanyak 4.844 bank yang sebagian besar justru mengalami peningkatan pendapatan di tahun 2022 dibanding tahun 2019 sebelum covid.

“Kekhawatiran pejabat dan tokoh publik tidak perlu diekspos besar-besaran ke masyarakat karena ini tentu akan berdampak terhadap stagnasi dan perlambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi dan bahkan masyarakat enggan berbelanja,” imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Jepang dalam memulihkan kondisi ekonomi mengeluarkan kebijakan mendorong masyarakatnya untuk berbelanja dan berwisata dengan memberikan insentif yang disebut Community Development Certificate untuk masyarakatnya yang mau travelling dan berbelanja guna menumbuhkan ekonomi pasca covid, sehingga ekonomi di Jepang saat ini lebih membaik dibanding tahun 2019 sebelum covid.

“Dan ini sebetulnya seiring dengan apa yang pernah Presiden Jokowi sampaikan agar masyarakat beramai-ramai berbelanja, nonton konser dan berwisata guna menumbuhkan ekonomi pasca covid.”


Sumber: https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar?page=2

Comments

Popular posts from this blog

KB Bukopin Bersama PT Industri Kapal Indonesia Berikan Layanan Pensiun

KB Bukopin Teken MoU Manfaat Pensiun PT Industri Kapal Indonesia

KB Kookmin Akan Suntikkan Modal untuk Mendukung Right Issue KB Bukopin