Posts

Showing posts with the label Obligasi Sosial

KB Bukopin Bank Swasta Pertama Terbitkan Obligasi Sosial di Indonesia

Image
  International Finance Corporation (IFC) berkomitmen memberikan pinjaman senilai total US$ 300 Juta atau setara Rp 4,41 Triliun (kurs Rp 14.713/ US$) kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (“BBKP” atau “Bank”). Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta mana pun di Indonesia (“Obligasi Sosial”). Obligasi Sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari COVID-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Struktur Obligasi sosial ini dilakukan untuk memberikan 100% dari hasil secara langsung dan tidak langsung untuk Bank KB Bukopin, yang merupakan anak perusahaan yang dimiliki oleh bank terbesar Korea Selatan KB Kookmin Bank Co., Ltd. (“KBHQ”) sebesar 67%. Obligasi sosial tersebut terdiri dari dua tahapan yaitu tahap pertama berupa pinjaman senilai US$ 240 Juta atau setara dengan IDR3,53 Trili...

Fokus KB Bukopin Bersama IFC Dalam Pendanaan Obligasi Sosial Pertama

Image
  Sebagai salah satu bank swasta pertama yang menerbitkan pembiayaan pinjaman obligasi sosial (social bond), KB Bukopin bersama International Finance Corporation (IFC) berkolaborasi dalam menangani dampak sosial ekonomi akibat dari pandemi Covid-19, pembiayaan yang bernilai Rp 4,41 triliun ini akan disalurkan ke tiga sektor yang menjadi fokus utama KB Bukopin dan IFC. Adapun KB Bukopin telah menyelenggarakan Event Agreement Signing Ceremony atau acara penandatangan kerja sama yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2022 lalu, berlokasi di Ballroom the Langham Jakarta dengan mengusung tema “The First Social Bond For Private Sector Bank in Indonesia”. Hadir pada acara tersebut sejumlah perwakilan dari pemerintahan yaitu Septian Hario Seto selaku Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Puji Gunawan selaku Asisten Deputi Ekonomi Daerah dan Sektor Riil dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deni Ridwan selaku Di...

KB Bukopin Jadi Bank Swasta Pertama Terbitkan Obligasi Sosial di Indonesia

Image
  Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2020 memengaruhi perekonomian Indonesia. Penurunan ekonomi terjadi di perusahaan formal, non-formal bahkan UMKM. Hal ini disebabkan oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sehingga perekonomian tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Pasca pandemi mulai mereda, akhirnya perekonomian mulai perlahan meninggalkan kontraksi. Berbagai macam cara dilakukan baik pemerintah maupun sektor swasta untuk menaikan pergerakan ekonomi salah satunya melalui penerbitan obligasi sosial yang dilakukan oleh sektor bank swasta KB Bukopin. Dana obligasi sosial tersebut adalah dana pinjaman dari IFC ( International Finance Corporation ), salah satu instansi yang terafiliasi  World Bank . Dikutip dari situs IDX, Obligasi adalah salah satu Efek yang tercatat di Bursa di samping Efek lainnya seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun Aset maupun Dana Investasi Real Estat. Obligasi sosial dapat digunakan untuk membiayai baik keperluan publik maupun swasta unt...

KB Bukopin Mendapatkan Pinjaman dari IFC untuk Bantu 3 Sektor Ini

Image
International Finance Corporation (IFC) berkomitmen memberikan pinjaman senilai total US$ 300 Juta atau setara Rp 4,41 Triliun (kurs Rp 14.713/ US$) kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (“BBKP” atau “Bank”). Sebelum mengenal lebih jauh bentuk pinjaman yang diberikan oleh IFC kepada KB Bukopin, simaklah sejarah dari IFC yang merupakan salah satu lembaga pembiayaan terbesar di dunia ini. IFC merupakan salah satu lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Bank Dunia (World Bank). IFC mulai didirikan pada tahun 1956 dengan motto bahwa sektor swasta memiliki potensi untuk memberikan dampak kepada negara-negara berkembang. Sejak saat itu, IFC mulai berkembang ke lebih dari 100 negara melalui semboyan “ emerging markets ” dan membuka lapangan pekerjaan dan merintis pasar baru seperti obligasi berkelanjutan. Berangkat dari keyakinan akan pentingnya sektor swasta dalam sebuah pembangunan, lembaga ini didirikan untuk membantu ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga pembangunan negara-neg...

Kontribusi IFC untuk Ekonomi Indonesia Melalui KB Bukopin

Image
  International Finance Corporation (IFC) berkomitmen memberikan pinjaman senilai total US$ 300 Juta atau setara Rp 4,41 Triliun (kurs Rp 14.713/ US$) kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (“BBKP” atau “Bank”). Sebelum mengenal lebih jauh bentuk pinjaman yang diberikan oleh IFC kepada KB Bukopin, simaklah sejarah dari IFC yang merupakan salah satu lembaga pembiayaan terbesar di dunia ini. IFC merupakan salah satu lembaga keuangan yang berafiliasi dengan Bank Dunia (World Bank). IFC mulai didirikan pada tahun 1956 dengan motto bahwa sektor swasta memiliki potensi untuk memberikan dampak kepada negara-negara berkembang. Sejak saat itu, IFC mulai berkembang ke lebih dari 100 negara melalui semboyan “ emerging markets ”  dan membuka lapangan pekerjaan dan merintis pasar baru seperti obligasi berkelanjutan.  Berangkat dari keyakinan akan pentingnya sektor swasta dalam sebuah pembangunan, lembaga ini didirikan untuk membantu ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan juga pemb...