Posts

Showing posts with the label UMKM

Jokowi Targetkan Kredit Perbankan ke UMKM Sebesar 30 Persen, Menkop Teten Dorong Lewat KUR Klaster

Image
  TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyoroti rendahnya kredit perbankan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mengutip laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), ia menyebut persentase kredit perbankan untuk UMKM hanya mampu mencapai 24 persen pada 2024, enam persen lebih rendah dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Presiden menargetkan 30 persen kredit perbankan untuk UMKM di 2024. Laporan Bappenas terakhir masih agak mengkhawatirkan. Bappenas melihat, paling tahun depan realisasinya 24 persen. Saya diminta oleh presiden untuk mencari terobosan," katanya dalam acara Penyaluran KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok di KemenKopUKM, Rabu (12/4/2023). Teten mengatakan, salah satu terobosan itu berupa percepatan melalui KUR Klaster. Melalui ini, risiko kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) akan berkurang. "Saya memahami kalau bank enggak mau gegabah menyalurkan KURnya. Tahun ini kita alokasikan (KUR)...

Wamenkeu Uraikan Cara Indonesia To The Next Level

Jakarta, 21/03/2023 Kemenkeu – Tahun 2023 adalah tahun dimana Indonesia harus melanjutkan momentum pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. Dari sisi pertumbuhan ekonomi tahun 2022 lalu, Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif dengan capaian 5,3%, serta dengan tingkat inflasi yang masih terkendali. Selain itu, Indeks PMI juga mencatatkan nilai ekspansif yang konsisten secara terus menerus di 18 bulan terakhir. Indeks keyakinan konsumen juga tetap di level ekspansif, dan penjualan kendaraan bermotor terutama sepeda motor menunjukkan pertumbuhan yang juga tinggi. “Ini adalah tanda-tanda dari sektor riil yang kita harapkan nanti akan bisa menjadi pondasi-pondasi fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh ke depan,” jelas Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara saat memberikan pidato kunci pada OCBC NISP Business Forum dengan tema Indonesia To The Next Level, di Jakarta pada Selasa (21/03). Wamenkeu melanjutkan bahwa sektor perbankan Indonesia juga relatif ku...

KB Bukopin Salurkan Rp300 Miliar Dalam Kerjasama "Awak Mas Gold" INDY

Image
  Optimis dalam memacu pertumbuhan kredit secara berkelanjutan pada tahun 2023, PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) terus memacu penyaluran kredit di berbagai sektor strategis. Berbagai sektor telah dijajaki KB Bukopin dalam hal pembiayaan dari Manufaktur, UMKM, dan Pertambangan. KB Bukopin secara resmi telah melakukan penandatanganan kerjasama dalam pembiayaan Awak Mas Gold Project yang diinisiasi oleh PT Indika Energy, Tbk (“Indika Energy”) pada tanggal 02 Maret 2023 yang lalu.   Seremoni penandatanganan kerjasama pembiayaan yang bertempat di Gedung Graha Mitra, Kantor Pusat dari Indika Energy. Dihadiri oleh Feisel Martha selaku Wholesale Business Division Head, Yupiter TH Simbolon selaku SOE & Institution Department Head, dan Donny Maliki selaku SOE & Institution Manager. Sementara itu, perwakilan dari Indika Energy turut dihadiri oleh Retina Rosabai selaku Direktur Keuangan Indika Energy dan Abidin D. Patompo sebagai Direktur Utama Masmindo Dwi Area beserta jajaran...

Apindo: Kebijakan Bunga 0% UMKM Jangan Membebani Perbankan

Image
  Jakarta, Beritasatu.com -  Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) menilai bahwa dampak positif dari kebijakan bunga pinjaman 0% untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) baru akan terasa bila pemerintah dapat mendistribusikan pinjaman dengan tepat. Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pemerintah harus mendistribusikan pinjaman dengan manajemen penjaminan dan pengelolaan pendanaan yang baik sehingga sektor perbankan tidak menanggung risiko kredit berlebih. "Bila tidak dikelola dengan baik maka bisa menyebabkan sektor perbankan menjadi rapuh karena harus menanggung beban risiko finansial dari kebijakan tersebut," kata Shinta, di Jakarta, Selasa (21/2/2023). Shinta mengatakan pemerintah harus menciptakan mekanisme bantuan penjaminan atau subsidi jaminan pinjaman atas skema kredit. Sehingga, lanjut dia, sektor perbankan tetap dalam posisi yang baik dan tetap sehat meskipun bila terjadi gagal bayar yang signifikan pada skema kredit tersebut. ...

UMKM Butuh Keberpihakan Perbankan

Image
  JAKARTA -- Porsi pembiayaan kredit dari perbankan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih minim. Masih terdapat sejumlah kendala bagi UMKM dalam mengakses kredit perbankan, salah satunya mengenai persyaratan agunan. Perbankan diharapkan dapat mempermudah akses kredit bagi UMKM. Apalagi, UMKM memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (14/2) memaparkan, sepanjang 2020 realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster dari perbankan untuk UMKM mencapai Rp 4,8 triliun. Sedangkan KUR Reguler sebesar Rp 365,5 triliun. Jumlah KUR UMKM dinilai Teten masih sangat kecil dibandingkan negara lain. "Kita perlu iri ke Malaysia, Thailand karena kredit bank lebih dari 40 persen untuk UMKM. Di Korea Selatan 81 persen kredit untuk UMKM. Kita, UMKM yang sediakan 97 persen lapangan kerja dan memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen, porsi kredit dari bank baru 20 persen,"...

BI: Penyaluran Modal Usaha Perbankan Genjot Ekonomi Daerah

Image
  Palu, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) mengatakan perbankan berperan strategis membantu perekonomian daerah, salah satunya lewat penyaluran dana modal usaha kepada masyarakat. "Penyaluran dana usaha skala mikro maupun menengah menjadi salah satu motor penggerak perekonomian skala nasional maupun daerah," kata Kepala BI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) Dwiyanto Cahyo Sumirat saat menghadiri peresmian Kantor Cabang PT Bank Ina Perdana Tbk di Palu, seperti dikutip Antara, Rabu (16/2/2023). Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulteng tahun 2022 sangat positif di angka 18,96% pada triwulan IV tahun 2022 meski di tengah kepungan ekonomi global yang melambat. "Sulteng salah satu daerah tertinggi pertumbuhan ekonomi tahun lalu, oleh karena itu situasi ini tetap harus dijaga, maka peran perbankan harus lebih optimal dalam memberikan pelayanan," ujarnya. Ia memaparkan, layanan kredit di Sulteng juga mengalami peningkatan. Hingga Desember 2022 berada di angka Rp 45,3...

Akses UMKM ke Perbankan Baru 20%, Ternyata Ini Alasannya!

Image
  Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku UMKM masih sering mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dan kesulitan dalam menggunakan produk jasa keuangan secara maksimal. Akibatnya, perkembangan usaha pelaku UMKM cenderung stagnan dan susah untuk bisa naik kelas. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius memaparkan profil para pelaku UMKM di Indonesia mayoritas berasal dari masyarakat kelas bawah dan anak-anak putus sekolah yang terpaksa berusaha sendiri agar dapat bertahan. "Kita tahu bahwa hampir 99% pengusaha kita adalah pengusaha mikro. Karakteristik pertama adalah mereka berbisnis bukan untuk berbisnis, mereka itu berbisnis karena keterpaksaan. Jadi misalnya, mereka tidak punya uang, mereka terpaksa berjualan. Drop out sekolah, mereka terpaksa berjualan. Jadi mereka berpikirnya secara sederhana. Mereka tidak berpikir bagaimana untuk meningkatkan teknologi, bagaimana mengurus akses pasar, bagaimana harus mendapatkan pendanaan, mereka tidak berpikir itu. Yang p...

KB Bukopin Jadi Bank Swasta Pertama Terbitkan Obligasi Sosial di Indonesia

Image
  Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2020 memengaruhi perekonomian Indonesia. Penurunan ekonomi terjadi di perusahaan formal, non-formal bahkan UMKM. Hal ini disebabkan oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sehingga perekonomian tidak bisa berjalan seperti sebelumnya. Pasca pandemi mulai mereda, akhirnya perekonomian mulai perlahan meninggalkan kontraksi. Berbagai macam cara dilakukan baik pemerintah maupun sektor swasta untuk menaikan pergerakan ekonomi salah satunya melalui penerbitan obligasi sosial yang dilakukan oleh sektor bank swasta KB Bukopin. Dana obligasi sosial tersebut adalah dana pinjaman dari IFC ( International Finance Corporation ), salah satu instansi yang terafiliasi  World Bank . Dikutip dari situs IDX, Obligasi adalah salah satu Efek yang tercatat di Bursa di samping Efek lainnya seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun Aset maupun Dana Investasi Real Estat. Obligasi sosial dapat digunakan untuk membiayai baik keperluan publik maupun swasta unt...

Bentuk Dukungan KB Bukopin dan IFC Dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM

Image
  Bentuk Dukungan KB Bukopin dan IFC Dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM Pandemi Covid-19 membawa dampak pada kondisi kesehatan seluruh masyarakat di dunia, tak hanya itu pandemi juga mempengaruhi kondisi perekonomian di berbagai negara salah satunya Indonesia. Rendahnya daya jual dan beli masyarakat membawa pengaruh pada perekonomian Indonesia yang diperkirakan menurun. Sebagai upaya untuk menanggulangi dampak dari pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan turut mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi.   Dalam mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia, PT Bank KB Bukopin Tbk atau KB Bukopin melakukan perjanjian kerja sama dengan  International Finance Cooperation  (IFC)  World Bank  melalui pinjaman luar negeri senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,41 triliun. Pinjaman tersebut mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta di Indonesia. (21/8/22)   Obligasi sosial ini sepenuhnya akan didedikasikan untuk mendan...